Senin, 20 Februari 2017

Story 1 about Pakis

                                                

                     "Wonderful Experience"


                                       

  Bertepatan pada PAKIS program sekolah. Semua santri Madrasah Aliyah Manba'ul.Huda dikelompokan menjadi kurang lebih 22 kelompok yang terdiri atas kelas 10,11,dan 12. Tidak adanya gang-gangan dalam kelompok karena dalam satu kelompok dari berbagai kelas. Semua berpartisipasi dalam pelaksanaan PAKIS tersebut. semua kelompok sibuk memikirkan dan mencari bahan yang mau dijadikan sebagai inovasi. antara lain ada yang membuat Teropong Bintang dari Paralon Bekas , Daur Ulang Barang Bekas, Pembuatan Rak Buku, Pembuatan Peta dari Tutup Botol Bekas, dan Pembuatan Karpet dari Bungkus Kopi.

  Kebetulan saya kebagian membuat Karpet dari Bungkus Kopi, dengan beranggotakan Dini Nurfalaah (kelas 12 IPA), Annisa Farha (kelas 12 IPS), Hanifah Syifa (kelas11 IPS), Hani Kuniati (kelas 11 IPS), Syifa Aulia Hanifah (kelas 10 IPA), Auliya Syifa (kelas 10 IPA), Lutfiah (kelas 10 IPS). dari pertemuan pertama kelompok, kami merencanakan apa saja yang harus dikumpulkan dan dibawa. Semua anggota setuju bahwa kita harus mengumpulkan bungkus kopi apapun sebanyak-banyaknya.

Saya akan memberikan tutorial pembuatan Karpet dari Bungkus Kopi sebagai berikut :

1. Kumpulkan sebanyak-banyaknya bungkus kopi apapun.
2. Setelah dikumpulkan, pilihlah bungkus kopi merek apa saja yang seragam.
3. Cuci terlebih dahulu bungkus-bungkus kopi yang sudah di pilih.
4. Kemudian keringkan terlebih dahulu hingga kering.
5. Siapkan Lap, Gunting.
6. Potong bagian atas dan bawah bungkus kopi.
7. Lipatlah kedua bagian atas dan bawah.
8. Lipat kembali bagian yang sudah terbentuk.
9. Susunlah bagian-bagian hasil lipatan tadi.
10. Tadaaa.....jadilah Karpet........

  Setelah itu kami kerja kelompok dirumah salah satu anggota, dan mulai membuat satu per satu bagian-bagian dari karpet tersebut. tidak disangka-sangka semua bungkus kopi yang kita kumpulkan tidak memenuhi syarat pembuatan karpet. dan akhirnya kita mencari selama 5 hari ke Alun-alun Bandung, sedikit menjijikan sih bagi orang yang tidak mau berkotor-kotor karena aku sama dini mencari bungkus kopi di setiap tong sampah yang ada di alun-alun Bandung. hahahaha seketika rasa malu itu memudar karena harus berani memungut bungkus kopi dari tong sampah. 
  dini berkata " Annisa malu ihhhh banyak yang liatin mana deket pabrik lagi".
  annisa menjawab "Gak apa-apa din, harus berani demi Bungkus kopi....hehehe".

Dari semua rintangan dan halangan yang kita lalui bersama selama pembuatan Karpet dari bungkus kopi, banyak pelajaran yang bisa diambil dan ditanamkan dalam diri kita semua.



  ❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤











Tidak ada komentar:

Posting Komentar